Kala matahari malu-malu menampakkan diri,
Segarnya pagi ditambah angin menggelitik nadi,
Indah sekali sambil lari pagi telusuri jalan-jalan sepi,
Walau tak ada yang menemani,
Selalu ada Tuhan yang membersamai,
Jadinya tak pernah sendiri.
Kala matahari cerah merekah memanasi bumi,
Terhanyut didalam hari, konsentrasi,
Indah sekali saat perut lapar minta diisi,
Jadi makin dekat dengan yang memberi,
Pun ketika telah terisi,
Ingin makin mendekat lagi,
Niat keikhlasan coba terus dilurusi.
Kala matahari mulai terlihat sembunyi,
Pertanda bahwa ketenangan malam sedang menanti,
Untuk coba mensyukuri bahwa sungguh hari ini begitu berarti,
Lelah rasanya tidur semakin tak sadar diri,
Tentang kemarin sudah terlewati,
Banyak hal dipelajari,
Tentang esok nanti saja datang sendiri,
Siap sudah diri menghadapi.
Kala telah turun ketenangan hati,
Maka rasanya hidup semakin baik terlewati,
Sungguh baik Tuhan tak pernah ingkar janji,
Diri hanya tinggal menjalani sepenuh hati,
Sekuat diri, hingga nanti pulang bertemu lagi^^