Bismillah, Alhamdulillah. Tentang makanan sangat erat kaitannya dengan nafsu, seperti kehendak atau keinginan kita untuk memberi rasa bahagia setelah makan. Saat ini, sudah menjadi sesuatu yang umum di masyarakat untuk makan tiga kali sehari beserta komposisi yang disarankan terkait lauk, nasi dan sayurnya. Menjadi sesuatu yang umum juga banyak tutorial memasak yang mudah, simple, lezat, murah, di berbagai kanal media sosial. Hal yang wajar juga saat makan hingga kekenyangan, banyaknya siaran televisi tentang mencicipi berbagai aneka masakan nusantara, adanya kebiasaan untuk share foto makanan di story media sosial, kebiasaan tidak menghabiskan makanan, banyaknya tips diet untuk menurunkan berat badan, adanya operasi sedot lemak, serta berbagai hal lainnya terkait keberagaman dan kelimpahan makanan.
Tapi, di sisi lain banyak pula yang kekurangan makanan di luar sana, baik di dalam ataupun di luar negeri (semisal Palestina dan Afrika). Banyak pula yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan uang untuk bisa makan makanan ‘bergengsi’ yang ternyata itu uang korupsi ataupun tidaklah halal. Banyak juga hal-hal yang mubah hukumnya seolah-olah menjadi sebuah kewajiban di masyarakat seperti berlebih-lebihan dalam berhias. Hal-hal yang haram menjadi sesuatu yang wajar, seperti misalnya pacaran. Zina merajelela, banyak kejahatan, orang cenderung mudah marah, depresi, serta berbagai dampak negatif lainnya. Lalu, apakah yang salah?
Salah satu bid’ah yang terjadi setelah kepergian Rasulullah SAW adalah kekenyangan. Bahwa kita sudah lupa bahwa sebenarnya kita makan ialah untuk beribadah, sehingga seharusnya jumlah makanan yang kita makan hanyalah sekedarnya untuk kita bsa menjalani kehidupan dalam rangka beribadah, bukan untuk memenuhi nafsu perut yang sungguh tiada akan pernah habisnya. Bahwa lapar memiliki banyak keutamaan dan menjadi salah satu kebiasaan Rasulullah SAW beserta sahabat. Diantara manfaat lapar ialah menjadikan hati bersih, pikiran jernih, mata hati menjadi tajam, memudahkan bermunajat dan beribadah kepada Allah SWT, menghancurkan nafsu sehingga memberi kesederhanaan dalam berprilaku, mengendalikan hasrat untuk melakukan perbuatan dosa/sia-sia lainnya, sedikit tidur, menjaga kesehatan, mencegah penyakit, hemat, dikaruniai Allah SWT sifat dermawan dan mencegah seseorang memuji diri sendiri. Orang yang cerdas juga ialah orang yang ringan tubuhnya untuk bergerak pun ia adalah seperti orang yang asing di muka bumi ini. Bahwa seorang yang asing tentu tidak akan banyak makan, bukan?
Ada begitu banyak pula pahala yang Allah SWT berikan kepada siapa yang meninggalkan makanan yang disukainya karena Allah, bahwa lapar adalah salah satu perbendaharaan Allah yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang Ia cintai, serta berbagai keutaman lainnya. Pun lapar dengan berpuasa juga bisa meredah syahwat seseorang yang ingin menikah tapi belum mampu.
Rasulullah SAW memilki kebiasaan untuk makan satu kali dalam sehari. Beliau datang ke rumah istri-istri nya dan menanyakan ‘Apakah ada yang bisa dimakan?’ tanpa memedulikan menunya, jika ada beliau makan, jika tidak beliau berpuasa. Kaum sufi juga benar-benar berusaha menjaga ibadah ‘lapar’ ini, misalnya hanya makan tiga atau dua hari sekali. Berbeda dengan zaman sekarang ini yang jika makan dua kali sehari dirasa sangat sulit. Hanya sekedar sebuah prediksi ku bahwa jika saja umat Islam di sebuah negeri bisa sekedar makan secukupnya saja tanpa kekenyangan, maka sudah banyak masalah yang bisa terselesaikan, tak hanya tentang tercukupinya pangan di negeri itu tapi pacaran/zina berkurang, hal yang sia-sia (seperti musik) berkurang, pesta-pesta dan bermegah-megahan berkurang karena masyarakat hidupnya lebih sederhana, serta berbagai dampak positif lainnya:”). Walau cukup mustahil rasanya, paling tidak kita selalu bisa memulainya dari diri sendiri^^. Berikut adalah tips untuk mengurangi makan:
- Menyadari bahwa perut adalah sesuatu yang jika semakin banyak terisi maka akan semakin buruklah dampaknya
- Berdoa dan mengucapkan Basmalah sebelum makanan, serta Hamdalah sesudahnya untuk mendapatkan keberkahan. Niatkan makanan dan minuman yang kita makan ialah untuk beribadah
- Makan di piring kecil dan atur porsi makan berserta berapa kali dalam sehari. Jika kebiasaan di keluarga makan tiga kali sehari, maka batasi porsi nasi menjadi lebih sedikit dan jika dua kali sehari maka porsi nasi bisa lebih banyak. Perhatikan juga komposisi sayur dan lauk jika memungkinkan agar semoga kebutuhan nutrisi terpenuhi
- Makan menggunakan tiga jari (ibu jari, telunjuk dan jari tengah), mengunyahnya perlahan dan jangan menambah suapan baru sebelum suapan sebelumnya tertelan. Makan berlahan menjadikan perut menjadi kenyang lebih lama. Berhentilah makan sebelum kenyang.
- Habiskan makanan hingga butir terkecilnya, jika terjatuh maka bersihkanlah dan makan kembali (jika memungkinkan).
- Mengusahakan tidak langsung minum sesudah makan. Minumlah dengan mengambil napas sambil meneguknya. Disarankan tiga tegukan dengan membaca Basmalah dan Hamdalah di setiap tegukan.
- Tegaskan diri akan makanan dan minuman tertentu yang tidak boleh dimakan karena tidak sehat bagi tubuh. Misalnya, minuman berkarbonasi, minuman manis/asam, mie kemasan, dll.
- Biasakan diri makan dan minum yang sehat secukupnya saja setiap harinya. Seperti air mineral, madu, kurma, susu dan buah.
- Buatlah target untuk tidak akan membeli makanan yang kamu sangat menyukainya (bisa sampai batas waktu tertentu). Ingatlah pahala yang Allah SWT berikan kepada hamba yang meninggalkan makanan yang disukainya karena Allah. Hal ini juga bisa melatih self-control kamu terhadap diri mu. Latihlah diri untuk sekedar cukup makan makanan yang tersedia di rumah.
- Ketika makan makanan yang kamu sangat menyukainya, maka bagikan kepada oranglain sebagian dari makan itu. Hal ini mungkin mirip seperti itsar bagi ku.
- Jangan pernah mencela makanan, bila tidak menyukainya cukup tinggalkan atau paksakan diri memakannya jika memungkinkan.
- Berpuasa sunnah senin-kamis, ayyamul bidh ataupun puasa lainnya. Selagi masih jomblo, maka puasa tentu juga adalah kesempatan meraih banyak pahala~
- Jika tak sengaja kekenyangan, maka segeralah bergerak seperti bekerja, membersihkan rumah, dllnya.
- Coba cek keadaan perut mu jika buncit maka seharusnya kamu sudah kekenyangan. Jika memungkinkan jangan sampai buncit.
- Jangan tidur sesudah makan, hal ini dapat mengeraskan hati Dan tidak sehat juga bagi tubuh.
- Mengusahakan untuk tidak berbelanja dalam keadaan perut lapar, hal ini akan membuat berbelanja melebihi kebutuhan. Atau cara lainnya bisa dengan membatasi budget belanja.
- Jangan membiasakan diri untuk hunting makanan enak. Kita tetap bisa mencoba makanan baru di waktu-waktu tertentu, seperti wisata bersama keluarga ataupun jalan-jalan bersama teman. Jangan jadikan hunting makanan sebagai kesibukan, tapi sebagai suatu hal yang datang tak terduga
Mungkin, hanya sekedar reminder sederhana tentang betapa mulianya tentang seseorang yang lapar. Jika kita belum bisa seperti Rasulullah saw, para sahabat serta generasi-generasi terbaik sebelumnya, maka kita bisa mengusahakan untuk makan secukupnya, berbagi makanan dan tidak mubadzir. Maka semoga dengan niat tersebut, semoga Allah SWT memberi keberkahan pada setiap apa yang kita makan~
Reference: Nafsu Makan dan Syahwat karya Imam Al- Ghazali (bisa dibaca di iPusnas^^)