Time

Bismillah, Alhamdulillah. Waktu, seperti rangkaian yang saling terhubung antara satu dengan lainnya hingga membentuk masa seorang manusia. Ia adalah alat, yang semakin seseorang pandai dan bisa cara menggunakannya maka pasir pun bisa menjadi bongkahan emas.

Penting untuk kita menyadari kaidah waktu, bahwa apapun yang terjadi disini, sungguh, ia hanya sementara. Rasa senang, sakit, sedih, lelah, takut, cemas, dan lainnya akan segera berlalu dan berganti dengan rasa yang lain di waktu yang lain. Ada banyak hal-hal yang kita inginkan dulu, ketika sekarang ada, malah diabaikan. Ada juga hal-hal yang tak disukai dulu, sekarang malah menjadi kesenangan. Ada kesedihan yang mendalam dulunya, sekarang menjadi sesuatu yang diikhlaskan. Ada rasa sakit dan galau berkepanjangan, sekarang malah heran kenapa demikian. Pun, berbagai hal lainnya yang berlalu seiring dengan waktu. Yang semoga kini menjadikan kita makin dewasa dan bersyukur atas berbagai halnya^^, Alhamdulillah

Dunia, berasal dari bahasa arab Ad-Dunya yang berarti dekat, rendah, hina, fana, pendek. Pasangannya ialah Al-Aakhirah yang berari jauh, tinggi, mulia. Wajar saja ada banyak gelombang-gelombang dalam rangkaian waktu kita selama di sini. Di dalam perspektif Qur’an, ternyata orang yang rugi bukanlah ia yang tidak berhasil mendapatkan kampus, pekerjaan ataupun rumah impian, bukan juga ia yang tertipu oleh bisnis ataupun bencana. Tetapi, orang yang merugi menurut Al-qur’an ialah ia yang menjalani kehidupan tanpa iman, tidak memanfaatkan waktunya untuk beramal sholeh, serta tidak saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (Surah Al-Asr). Jika ditelaah kembali, ternyata iman dan amal shaleh saja belum cukup, tetapi saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran juga merupakan syarat perlu bagi seseorang manusia agar tidak menjadi orang yang merugi.

Sedangkan orang yang beruntung dan memperoleh kemenangan (falah) yang disebutkan Al-Qur’an memiliki ciri diantaranya banyak mengingat Allah dan orang-orang yang tergolong Mu’minun. Menariknya lagi, dalam surah Al-Mu’minun Allah tidak mengatakan ciri mu’min yang memperoleh kemenangan ialah “orang yang menjauhi perbuatan dan perkataan buruk”, tetapi “orang yang menjauhi perbuatan dan perkataan sia-sia“.

Maka, semoga, kita bisa mengutamakan kehidupan akhirat kita kelak dengan tetap berusaha maksimal meraih keberkahan di kehidupan dunia ini semampu kita. Dunia memang tempatnya manusia di uji…, dan memberikan amal terbaik adalah yang bisa kita lakukan.

Tapi, seperti apa amal terbaik itu?

Bergantung kepada keadaan masing-masing kita^^. Ada amal terbaiknya saat itu ialah sabar, ada yang prasangka baik, ada yang kelurusan niat, ada yang jihad melawan kebatilan, ada yang bekerja keras, atau lainnya. Selalu bersyukur atas setiap keadaan, berprasangka baik, berdoa, berikhtiar, sabar, dan berbagai petunjuk Allah lainnya adalah hal yang dapat kita lakukan~

Maka mungkin ada tips untuk bisa menggunakan waktu dengan baik:

  1. Memastikan keimanan kita dalam keadaan baik. Melihat segala sesuatu dari sisi iman, tentang bagaimana pandangan Islam terhadapnya.
  2. Meniatkan apapun yang kita lakukan ialah untuk beribadah. Memulainya dengan Bismillah, meluruskan niat kembali di hati bahwa ini dalam rangka meraih keridhoan-Nya, dan mengisinya dengan hal-hal bermanfaat atau hal-hal yang mubah jika diperlukan.
  3. Selalu bangun pagi, sholat malam dan meraih keberkahan di waktu shubuh dengan mengisinya dengan beribadah. Seperti dzikir, berdoa, sedekah shubuh, dll.
  4. Memiliki focus terhadap hal-hal yang dilakukan dan meniatkannya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT, berusaha menyeimbangkan antara amalan batin dan amalan fisik. Seperti bekerja, membersihkan rumah, menanam, membantu orang lain, membaca, dll beserta ikhlas, sabar, ridho dan amalan batin lainnya.
  5. Menjaga diri dalam amalan yaumi untuk senantiasa memohon petunjuk kepada Allah SWT di dalam setiap detik kehidupan kita. Tanpa petunjuk, kita akan benar-benar rugi.
  6. Bertafakur dengan menjadi berfikir sebagai ibadah dan mengevaluasi progress dari setiap hal yang terjadi.
  7. Senantiasa menjaga kejujuran di dalam kehidupan. Bahwa jujur ialah sesuai antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dilakukan dan diucapkan, sehingga menjadi sebuah prinsip dalam kehidupan. Jika kita pernah berkata bahwa “Ayo kita mengejar keberkahan di sisa waktu ini”, maka ia harus terus berusaha melakukannya.
  8. Senantiasa ridho, bersabar dan bersyukur atas segala sesuatunya, terhadap apapun itu.
  9. Senantiasa mengisi diam dengan dzikir dan mengingat Allah SWT
  10. Punya target dan senantiasa terus belajar
  11. Memaksimalkan waktu-waktu tertentu untuk beribadah, bekerja dan lainnya. Misalnya sepertiga malam terakhir untuk beristigfar, silaturahim untuk bisa saling mengenal dan memaafkan, dll.

Lalu, saat kita berusaha untuk memaksimalkan waktu dengan baik, maka semoga Allah SWT memberi keberkahan di dalamnya. Bahwa agar seseorang tak menyesal nantinya, ia harus terus berusaha memohon ampunan, rahmat, petunjuk dan keberkahan didalam doanya dan amalnya. Kelak, akan ada kesempatan bagi orang-orang yang percaya bahwa kan ada saatnya:”)

Sesungguhnya Rabb mu mempunyai karunia yang sangat banyak di dalam hari-hari kehidupan mu. Oleh karena itu, maka berusahalah untuk mendapatkannya

H.R.Tirmidzi dan Ahmad

Published by Azila Nuzwar

Di dalam hidup, sesulit apapun, penting untuk kita menjadi orang yang bahagia. Dengan bersabar dalam setiap usaha, bersyukur atas setiap hal, dan istighfar sebagai perantara untuk bisa mendapatkan rahmat Allah SWT yang sangat besar.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started