Bismillah, Alhamdulillah. Dulu ketika kecil aku cukup sering bertanya-tanya kepada diri sendiri:
“kenapa kita harus selalu bertaubat kepada Allah swt? kenapa harus selalu memohon ampun? padahal kan ga salah apa-apa, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak jahat kepada teman, dll”.
Lalu seiring tumbuh dewasa, ku menyadari bahwa manusia diliputi oleh hak dan kewajiban yang ia sering lalai terhadap kewajibannya, sering lupa, lalai, salah, dllnya. Sehingga kita mesti senantiasa memperbaiki diri, tapi hal yang pertama dibutuhkan untuk itu ialah kita menyadari bahwa kita ‘salah’. Hal itu sering ditemukan di dalam proses evaluasi diri.
Bicara tentang evaluasi diri adalah sesuatu yang seharusnya kita jalani sampai diri telah habis waktunya. Imam Al-Ghazali tentang ‘Awas dan Mawas Diri’ sudah menjelaskan hal ini dengan sangat keren, dimana salah satu proses nya ialah muhasabah. Tapi, sebelum hal itu mungkin kita bertanya-tanya bahwa ‘kenapa sih harus memperbaiki diri?’.
Memperbaiki diri memiliki banyak dampak kebaikan baik di dunia maupun ukhrawi. Kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan mempersiapkan bekal yang terbaik pula di perjalanan sesudah kematian nanti. Hal yang penting diingat bahwa kelak kita akan mempertanggungjawabkan segala sesuatu di kehidupan dunia kita, oleh karena sebelum ia dihisab, maka kita mesti menghisab diri terlebih dahulu di dunia selagi kita masih mampu untuk bertaubat dan melakukan amal-amal kebaikan untuk menghapus dosa-dosa tersebut.
Siapa yang terbiasa mengevaluasi diri dan mengawasi dirinya baik itu setiap aktivitasnya, batinnya, pikirannya, serta hal-hal disekitarnya, ia akan relatif lebih mudah menghadapi hari perhitungnan nantinya dan tempatnya pun ialah tempat yang baik (surga) :”). Jika dalam urusan dunia saja kita perhitungan (misalnya dalam berbelanja yang hemat, belajar yang rajin untuk minimal dapat A, dllnya), maka dalam urusan akhirat kita mesti lebih perhitungan lagi! yaitu dengan senantiasa mengevaluasi diri~
Lanjutan dari tulisan sebelumnya, bahwa beberapa tips ini semoga bisa bermanfaat, bersumber sebagian besarnya dari tulisan Imam Al-Ghazali:
- Memperhatikan niat dan meluruskannya.
- Memperhatikan amalan wajib (seperti sholat, zakat, puasa ramadhan, dll) dengan meningkatkan kualitas (seperti khusyu’) dan kuantitasnya. Lalu, menambahnya dengan amalan sunnah (seperti sholat sunnah rawatib, tahajud, dll).
- Jika melakukan dosa, maka perbanyaklah amal sholeh.
- Memahami hak dan kewajiban kita baik itu sebagai hamba Allah, sebagai individu dalam hubungannya antara manusia, serta hak kewajiban lainnya. Berusaha memenuhi kewajiban kita dengan sebaik-baiknya dan semampunya. Jika ada hak-hak yang tidak kita peroleh dari oranglain, maka bersabarlah dan mengusahakan hak tersebut jika kita mampu. Jika tidak mampu, mintalah hak kita kepada Allah (dengan berdoa) sesudah kita memenuhi kewajiban kita, dan itu sudah cukup…
- Mengusahakan agar hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, dalam berbagai hal
- Dlllnya~
Sering-sering memperbaiki diri akan membuat kita lebih baik dalam menjalani kehidupan. Serta merupakan hal yang bermanfaat tentunya dan sebagai wujud ikhtiar kita sebagai seorang hamba Allah SWT yang masih di beri karunia berupa kehidupan untuk bisa dimaksimalkan, untuk bisa memperoleh keberkahan darinya…