Beberes!

Bismillahirrahmanirrahim.

Islam, ialah agama yang menjadikan kebersihan sebagai hal yang mesti diperhatikan dalam keseharian. Diantaranya adanya syariat wudhu’ sebelum shalat, mandi wajib di waktu-waktu tertentu, sunnah memotong kuku di hari Jum’at, serta berbagai hal lainnya tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari diterimanya ibadah. Baik laki-laki ataupun wanita penting untuk senantiasa menyukai kebersihan, dimana hal tersebut tanpa disadari menunjukkan kebaikan akal dan budi seseorang.

Wanita memiliki peran yang besar dalam menjaga kebersihan rumah sebagai tempat yang ia diamanahi oleh suaminya untuk bisa senantiasa nyaman di dalam rumah tersebut. Kategori rumah yang nyaman diantaranya bersih dan rapi. Maka tak jarang jika ditemui rumah yang kotor, pasti pandangan kita langsung tertuju kepada perempuan didalamnya.

Wanita juga erat kaitannya dengan tugas berbelanja, window shopping atau melihat-lihat barang adalah salah satu hiburan wanita pada umumnya. Ditambah dengan adanya toko online dengan berbagai flash sale, gratis ongkir dan berbagai promo lainnya, akan membuat wanita menjadi seperti orang penting yang membutuhkan banyak hal sehingga keranjang belanja menjadi banyak. Padahal barang-barang tersebut hanyalah sekedar keinginan, bukan kebutuhan. Tentang kebersihan, kerapian rumah dan berbelanja, apakah kaitannya?

Kebersihan dan kerapian tersebut sangat berkaitan. Rumah yang bersih akan sekaligus menjadi rapi. Bersih dan rapi akan menjadikan penghuninya nyaman di dalam rumah. Utamanya, agar aktivitas ibadah menjadi lancar. Kebersihan dan kerapian rumah akan berdampak kepada minimumnya jumlah belanjaan, yang otomatis akan menghemat pengeluaran keluarga juga. Seperti saat kita melihat barang dengan harga murah dan kualitas baik, siapapun wanita tentu akan tertarik. Tapi justru, itulah bahayanya. Keinginan untuk banyak berbelanja, mengoleksi, dll justru membuat rumah semakin banyak berisi barang-barang yang sebenarnya bahkan tidak terlalu dibutuhkan atau barang dengan fungsi yang sama dengan yang sebelumnya, namun jika dibuang pun masih terasa sayang. Lalu, apakah solusinya?

Setiap orang punya cara dan filosofinya sendiri dalam beberes rumah. Minimalis, adalah salah satu trend saat ini untuk atau bisa dibilang hidup dengan sederhana. Tapi, tentu parameternya berbeda lagi untuk setiap orang tentang apa “sederhana” itu. Dimana jika diartikan secara umum, sederhana berarti cukup atau di tengah-tengah. Parameternya tentu berbeda-beda bergantung setiap orang tentang pilihan ‘ditengah-tengah’ ini. Namun, penting untuk bisa membedakan antara sikap pelit dah hemat ataupun dermawan dan mubazir. Dalam memilih hidup sederhana. Karena terkadang perbedaannya sangat tipis, dan bisa jadi sikap kita yang merasa diri hemat padahal justru jadi menyiksa oranglain karenannya, bahwa betapa kita membutuhkan petunjuk Allah SWT dalam setiap urusan kita.

Seseorang yang terbiasa beberes, maka hidupnya akan rapi. Jika hidupnya rapi, maka ia akan tidak cenderung berbuat kerusakan. Sederhananya, masalah bangsa dapat diselesaikan dengan beberes:”). Berikut adalah beberapa cara yang mungkin bisa diterapkan terhadap barang-barang:

  1. Pertama, penting untuk mengetahui apa-apa saja barang yang sudah kita miliki. Hal ini dilakukan agar kita bisa memanfaatkan dengan optimal apa-apa yang sudah dimiliki, tidak membeli barang yang sama untuk kesekian kali dan rumah pun menjadi lebih bersih. Cara yang dapat dilakukan dengan mengelompokkan barang-barang berdasarkan jenisnya. Misalnya, kumpulan jilbab, kumpulan kaus kaki, kumpulan perabotan makan, dll. Dari sini, kita akan menyadari betapa banyaknya barang yang sudah dimiliki, mudah menemukan dan menggunakannya, dan tidak membeli barang dengan fungsi yang sama kembali.
  2. Untuk setiap jenis barang, pisahkan menjadi empat kategori besar yaitu 1)barang yang digunakan, 2)yang didonasikan, 3)yang dibuang dan 4)yang belum diputuskan. Setiap apa yang kita miliki tentu akan dihisab di hari akhir akan fungsi manfaatnya:”). Setiap barang disekitar kita haruslah memiliki fungsi, jika tidak maka bisa menyisihkannya kembali apakah itu untuk dibagikan kepada oranglain, dibuang karena sudah tidak layak atau belum diputuskan.
  3. Jika ingin berbelanja, pikirkan beberapa waktu sebelum memutuskan membelinya, atau jika perlu berdiskusilah dengan orang yang dapat dipercaya atau berkaitan. Apakah benar barang tersebut akan kita butuhkan atau tidak, barangkali orang disekitar kita sudah memiliki barang tersebut, atau ada barang lain yang kita sudah miliki yang dapat memberi fungsi yang sama. Hati-hati untuk tidak tergiur dengan diskon sehingga banyak berbelanja melebihi apa yang seharusnya.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan terhadap beberes rumah:

  1. Membiasakan diri beberes rumah dimulai dari kamar. Dimana ini adalah tempat pribadi yang kita berlama-lama didalamnya dan tanggungjawab pribadi pula karena tiada keluarga atau orang lain yang memasukinya.
  2. Menjadwalkan waktu khusus untuk beberes setiap hari dan waktu-waktu tertentu. Diantaranya di pagi hari atau sore hari bergantung kebiasaan dalam keluarga. Waktu tertentu berberes misalnya ketika menyambut bulan Ramadhan dan menyambut hari raya.
  3. Membiasakan beberes terhadap kegiatan-kegiatan tertentu. Misalnya: setelah memasak langsung membereskan sampah-sampahnya; sebelum berangkat pergi ke luar sempatkan beberes agar ketika pulang maka tidak merasa stres karena rumah rapi; sebelum tidur agar ketika paginya sudah fresh dan siap bekerja, dll.
  4. Meletakkan sesuatu pada tempatnya. Artinya, setiap barang memang mempunyai tempatnya tersendiri di dalam rumah karena barang tersebut memiliki fungsi. Misalnya, cukup letakkan satu buku yang sedang dibaca saja di atas meja, sedangkan buku yang belum atau sudah dibaca, bisa diletakkan di rak buku.
  5. Memiliki sedikit barang dan minimumkan jumlah sampah. Diantaranya dengan berusaha menjalani prinsip zero waste walaupun belum mampu 100% untuk hal itu, paling tidak kita seharusnya berusaha bertanggungjawab terhadap sisa konsumsi kita. Hal yang dilakukan diantaranya berbelanja dengan totebag, menggunakan pembalut kain, mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos, membawa botol minum sendiri, dll…
  6. Menyediakan tempat khusus yang kecil atau secukupnya untuk meletakkan barang-barang jika kamu sedang malas atau lelah untuk mengembalikan barang ke tempatnya. Hal ini sebagai langkah antisipasi, dimana kita juga memiliki waktu untuk ingin bersantai atau dalam keadaan terburu-buru. Usahakan hindari meletakkannya di atas meja belajar/kerja karena akan membuat kita pusing/jenuh/malas untuk memulai belajar atau bekerja dimana harus beberes terlebih dahulu.
  7. Mengajak oranglain bekerja sama untuk membersihkan rumah, terutama ketika membereskan barang-barang yang sifatnya bersama, hal ini akan meringankan tugas juga menyenangkan. Misalnya, mengajak suami/keluarga lainnya beberes gudang ketika hari libur.
  8. Terhadap tempat yang berisi barang-barang harian kita, jangan terlalu dipenuhi dengan barang. Dimana hal ini membuat kita sulit dalam menemukan, mengambil, mengembalikan, sehingga pada akhirnya akan berantakan kembali. Misalnya, tidak membuat lemari pakaian kita terlalu penuh.
  9. Meletakkan barang-barang yang kita rutin membutuhkannya setiap hari pada tempat yang mudah dijangkau. Misalnya, meletakkan wadah minum di dekat kita.
  10. Pastikan meja kerja/belajar bersih dan rapi, agar pikiran tetap fresh dan produktif^^

Tentunya, ada banyak hal teknis serta berbagai tips yang dilakukan seiring dengan pengalaman dan kebutuhan yang semoga akan ada tulisan lainnya yang melengkapi. Last but not least, mengutip tagline dari Gemar Rapi, yuk kita ‘Menata Diri, Menata Negeri‘ ^^ #KeluargaTahu

Last updated: 2022, March 15th

Published by Azila Nuzwar

Di dalam hidup, sesulit apapun, penting untuk kita menjadi orang yang bahagia. Dengan bersabar dalam setiap usaha, bersyukur atas setiap hal, dan istighfar sebagai perantara untuk bisa mendapatkan rahmat Allah SWT yang sangat besar.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started